April 08, 2009

MTsN Malang 3 Gondanglegi, Juara I Tingkat ASEAN Pembuatan Web Blog

Kreativitas para siswa MTsN Malang 3 Gondanglegi patut diacungi jempol. Setelah merebut juara III tingkat nasional dalam pembuatan web blog, pada Minggu (5/4) lalu Tim Indonesia I dari sekolah ini mereka meraih juara I pembuatan web blog tingkat ASEAN yang diselenggarakan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).

Tidak ada yang terlihat istimewa dari penampilan para pemenang lomba web blog. Lima siswa yang masuk dalam tim Indonesia 01, yakni Mira Kharisma Yunita, Fathim Muzayyanah, Derit Alkatinsih, Nuril Faizah, dan Yuyun Wibawati, tampak sederhana dan tidak terlihat neko-neko.

Layaknya pelajar MTsN, mereka juga senang bersenda gurau saat di luar jam pelajaran. Tidak tampak kalau kelimannya baru saja meraih juara I di bidang TI (teknologi informasi) tingkat ASEAN.

Begitu juga kondisi sekolah MTsN Malang 3 Gondanglegi. Sekolah yang terletak di Jl Raya Sepanjang, Gondanglegi ini, terlihat sederhana. Tidak ada terkesan megah atau mewah. Hanya fasilitas yang ada di dalamnya sangat lengkap layaknya sekolah yang ada di kota besar. Di antaranya, laboratorium internet, bahasa Inggris, IPA, maupun sarana olahraga.

Sejak menjadi juara III lomba web blog tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Center (SEAMOLEC) perwakilan Indonesia di Jakarta pada 1 Agustus sampai 4 Oktober, pihak sekolah terus memacu prestasi siswanya. Terutama di bidang TI. Setelah menjadi juara III pada 28 Oktober 2008 di Jakarta, para guru pun menyiapkan tim baru.

Mengingat tim yang ikut lomba sebelumnya sudah duduk di kelas III. Sebentar lagi mereka akan mengikuti ujian nasional. Menurut Khoirul Anwar, guru pembina TI, komposisi anggota tim yang baru diambil dari siswa kelas II yang mempunyai prestasi TI. Terutama bagi mereka yang memiliki kreativitas yang tinggi. "Kami lakukan seleksi terlebih dahulu. Kemudian kami mendapati lima tim yang kami anggap mampu," kata Anwar, saat ditemui Radar di MTsN Malang 3 Gondanglegi.

Walau sudah terbentuk lima tim dengan jumlah setiap tim terdiri dari lima siswa, tidak semudah membalikkan tangan agar membuat mereka menjadi kompak. Setiap tim harus mendapat pendampingan khusus menyamakan visi dan misi. Proses pun dimulai dengan menggali kemampuan masing-masing siswa. Tidak ada yang menjadi paling dominan dalam sebuah tim. Semuanya sama, belajar untuk mengukir prestasi.

Kelima tim ini akhirnya diberi kesempatan mencari ide dasar yang akan diikutkan lomba. Sedangkan tema pembuatan web blog mengenai budaya dengan waktu yang berikan penyelenggara lomba, SEAMEO, antara 13 Oktober 2008 hingga 16 Maret 2009. Semua peserta harus segera mendaftarkan diri dan mengirim hasil karyanya. Dengan waktu lima bulan, kelima tim lebih leluasa melakukan proses persiapan lomba.

Tim Indonesia 01 sendiri digawangi Mira Kharisma Yunita, Fathim Muzayyanah, Derit Alkatinsih, Nuril Faizah dan Yuyun Wibawati. Setelah dipercaya mewakili MTsN dalam lomba web blog, kelimanya terus memutar otak mencari ide yang segar.

Mereka melakukan update data di internet. Selain itu mencari informasi di perpustakaan maupun kepada keluarga. Memang tidak mudah menemukan ide awal. Dengan kegigihan dan ketekunan melakukan proses pencarian, mereka pun berhasil menemukan ide dasar yang sederhana. "Satu bulan kami terus mencari inspirasi. Eh... ternyata ide sepontan muncul dari saudara, yakni mengenai pernikahan dengan adat Jawa," kata Derit, saat ditemui Radar kemarin.

Ide tersebut muncul setelah salah satu keluarga Derit menggelar resepsi pernikahan. Saat itulah, Tim Indonesia 01 berupaya mengumpulkan foto-foto resepsi pernikahan saudara Derit. Setelah semua foto terkumpul, tim mulai mengemasnya dalam sebuah web blog. Tantangan pun mulai muncul. Mereka mulai kesulitan mengenai makna pada simbol-simbol pernikahan. Karena itu, kelimanya berupaya mencari lebih jauh data di internet.

Namun, usaha mereka tidak membuahkan hasil. Sebab, mereka tidak menemukan informasi mengenai pernikahan adat Jawa di internet. Agar ide tersebut tidak sia-sia, kelima siswa ini membagi tugas menggali informasi dari keluarga. Dalam waktu dua hari hasilnya sudah terkumpul. "Semuanya dari keluarga dan saudara. Karena di perpustakaan juga tidak ada data yang mendukung," ungkap Mira salah satu tim.

Walau semua data berhasil dikumpulkan, tantangan berikutnya kembali muncul. Yakni penjabaranya dari bahasa Jawa ke bahasa Inggris. Karena itu tim ini membutuhkan pendamping dari guru bahasa Inggris. Sedikit demi sedikit semuanya berhasil diselesaikan.

Bahkan, susunan foto maupun susunan bahasa yang digunakannya juga cukup menarik, mudah dibaca dan mudah dicerna. Merasa yakin hasil karyanya sudah siap 100 persen, tim Indonesia 01 ini pun mengirimkan hasil karyanya ke SEAMEO Regional Schools Internet Project (RELC).

Hasilnya, Tim Indonesia 01 dari MTsN 3 Gondanglegi meraih juara pertama. Sedangkan juara dua diraih tim Philippines 01, juara tiga Brunei Darussalam 03, dan best quality comment diraih Brunei 02. Dengan begitu, MTsN Malang 3 membuktikan bahwa sekolah mewah (mepet sawah) bukan berarti ketinggalan informasi.

Tetapi terus memacu semangatnya agar bisa melebihi sekolah yang ada di kota besar. "Di sini informasi pendidikan terus kami update. Tujuannya perkembangan pendidikan terus bisa kami ikuti," terang Kepala MTsN 3 Malang Syamsuddin.

Dengan kemenangan Tim Indonesia 01 yang membawa nama MTsN Malang 3 di bidang IT, bukan lantas berbangga diri. Masih banyak yang harus dilakukan para anak didik agar bisa memacu kreativitasnya. Karena itu, dia berupaya semaksimal mungkin dalam membimbing anak didiknya menjadi generasi muda yang benar-benar menjadi harapan bangsa. "Jangan dilihat ndeso-nya. Tetapi kreativitas para pelajarnya," kata Syamsuddin.

kami kutip dari jawapos.co.id

0 komentar:

 
© free template by Blogspot tutorial| Muslim Jatim | MTsN Malang 3 Gondanglegi, Juara I Tingkat ASEAN Pembuatan Web Blog